Pages

Minggu, 07 April 2013

The awkwardness among new people

Hi there...

Semua pasti pernah deh masuk ke lingkungan baru yang kita ngga kenal seorangpun? Atau kalau kenalpun cuma basa basi busuk? :p Misalnya waktu ganti sekolah atau masuk kerja, nah ini dia nih, rasa aneh yang gw maksud, beda lho sama rasa ngga nyaman kalo lagi nunggu di dokter atau makan di restoran sendirian. Rasanya beda karna beda beban untuk beradaptasinya. Kasus gw adalah gw baru masuk kerja lagi (pas seminggu waktu gw nge-blog) dan rasanya aneh aja karna meskipun kantor gw seruangan lumayan banyak orang juga, tai gw ngga bisa liat mereka semua secara langsung pas gw kerja karna gw di ruangan yang lebih kecil lagi sama satu senior gw (strategic planner juga sekarang tapi ngga tahu sampe kapan sebelom di-promote).

Wajar aja kalau mereka itu pasti hubungannya lebih deket karna jangka waktu yang udah dilewatin bersama juga otmatis lebih panjang. Dalam hal ini gw setuju, karna pasti deh waktu itu menentukan seberapa terbuka atau deketnya orang, gw juga punya temen-temen yang ngga akan terkikis waktu. Nah gw nih biasanya rame abis, cekikikan, asik, dll (dalam arti positif), tapi di tempat baru ini (setelah sebelumnya beberapa bulan di tempat kerja lama juga diem-diem alim aja), gw anehnya blom bisa blend-in kaya di antara mereka. For the note, bukan salah mereka juga sih, cuma gw-nya aja yang kayanya agak lain sama dulu sebelom gw kerja di tempat lama. Setelah ada kejadian, gw ngerasa lebih frail, sensitif minderan, takutan dan jadi banyak pikir.

Semoga aja seminggu penuh yang udah lewat adalah masa adaptasi yang cukup buat gw maupun mereka dengan kehadiran gw di tempat baru ini, kan kadng kita takut ya mau ngapa-ngapain sungkan, maklum anak baru. Misalnya manggil nama, ngga tau sopan ngga (gw panggil pake mas dan mba juga sih), masuk tempat orang atau pake barang orang atau duduk di kursi orang (takut dikira invasi), banyak nanya-nanya maksudnya biar kenal (takut dibilang pengen tau banget), mau becanda (takut garing dan jadi sindiran), wiiih pokoknya banyak deh yang jadi bahan pemikiran (ada hubungannya sama gw yang Libra ngga ya?) haha....

Tapi praise God-nya, senior gw yang seruangan dan otomatis deket banget posisinya itu anak Tuhan dan ramah juga, meski gw agak mikir sih, takut dia ngerasa gw kaku atau gimana gitu karna sekitar hari Kamis atau Jumat, ada aja yang dia ceritain sama temen-temen di luar tapi ngga cerita khusus ke gw, maklum kalo cerita khusus ke gw, temen-temen luar pasti ngga dengerin, tapi kalo ceritanya ke temen-temen di luar, pasti gw kedengeran. After all, moga-moga this awkwardness among new people disappear soon, supaya besok dst hari-hari kerja jadi momen menyenangkan bersama teman-teman dan bikin kerjaan jadi enteng dikerjain.

Amin. Ehhh, moga-moga kalo ada pembaca yang lagi ngalamin pengalaman serupa tapi tak sama, juga didenger doa dan harapannya yaaaa

Selasa, 26 Maret 2013

Breast cancer and the school of life

My mom has breast cancer, that's fact. I'm with cancer chance higher than normal person, yes. That doesn't make us unwilful to live, on the other hand in fact, we evidence changes. We see world differently.

We had short courses on cancer, especially breast cancer. We heard stories from others who are in treatment, who were healed, who didn't survive. We live among them, we just often close our eyes and don't wanna realize them.

I saw tears. I saw hopes dying. I saw pain. I saw malformity. I saw kids crying. I saw families gather.

I think this is a chance for people to stumble or rise. No one wish to face this kind of illness. Everyone hopes that they will be healthy forever. Yet, life sometimes chose first for us and let us choose how to face it. I prefer to face it with God, definitely with almighty God.

Each day we're learning something in life. It's called the school of life, a school knows no ending. We learn from life, to live the life. So let's learn well and I believe in the end, we'll be someone who can pass the test.

Keep in spirit for all cancer people.

Kamis, 20 Desember 2012

Mimpi


Siapa yang tidak pernah bermimpi? Setiap orang pasti pernah bermimpi, termasuk aku. Selasa lalu, sebelum terbangun, aku bermimpi tentang adik laki-lakiku. Entah kenapa seseorang bisa jadi pemeran pembantu utama dalam mimpi kita, mungkin sesuatu membuat kita berpikir tentangnya dalam alam bawah sadar kita. Pengalaman unik dari mimpiku tadi pagi adalah bahwa aku merasa tenggelam dan bingung dengan realita selama beberapa saat yang cukup lama. Mimpiku membuatku meragukan kenyataan bahwa adik laki-lakiku adalah adik kandungku.

Sampai ketika aku benar-benar sadar, barulah aku menyadari bahwa semua itu hanya ilusi atau bayangan saja karena aku tahu kenyataannya bahwa dia adalah benar-benar adik kandungku.

Mungkin pengalaman juga mempengaruhi alam bawah sadar pembentuk mimpi kita. Beberapa hari sebelumnya (Minggu, 9 Desember 2012), aku berkunjung ke sebuah panti asuhan di daerah Gadog, Puncak.  Mungkin saja pengalaman itu juga terbaur dengan pembicaraan kurang menyenangkan antara aku dan adik laki-lakiku beberapa hari sebelumnya juga (Rabu, 5 Desember 2012). Saat aku sadar, pikiranku mengumpulkan fakta bahwa dia benar-benar adalah adik laki-lakiku. Aku mengingat cerita saat ibuku dulu melahirkannya di rumah sakit. Saat itulah realita kembali membelai dan aku benar-benar yakin. Aneh rasanya mengetahui mimpi bisa memiliki efek yang demikian kuat. Mungkin di antara kalian pembaca, juga ada yang pernah mengalami hal serupa atau mimpi yang rasanya mengguncang realita.

Semua orang pasti pernah bermimpi.
Maka dari itu, kalau ada yang ingin tahu tentang mimpi, inilah beberapa fakta tentang mimpi.
Dimulai dari definisi, menurut Wikipedia, 
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/ REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi seperti itu, pemimpi menyadari bahwa ia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. Beberapa fakta mengenai mimpi:
  1. Setiap orang pernah bermimpi
  2. Mimpi sulit untuk diingat
  3. Tidak semua mimpi memiliki warna
  4. Lelaki dan perempuan memiliki mimpi yang berbeda
  5. Binatang juga bermimpi
  6. Kita dapat mengontrol isi mimpi
  7. Emosi negatif selalu mengiringi mimpi kita
Untuk lebih lengkapnya, pembaca bisa melihat langsung pada sumber link di urutan kedua.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mimpi
http://www.duniapsikologi.com/7-fakta-tentang-mimpi/