Pages

Minggu, 22 Desember 2013

A simple prayer for my mother (Mother's Day 2013)

I love my mom, in my own way I respect her and care for her though she's not one of the most perfect moms in the world. My mom works almost all the time, securing herself (and maybe my siblings and my future) in her work (with a loving husband and kids in the background). She claims to be a responsible person and I do try to understand that living cost is getting her the way she is right now. I had times when I think my mother was not caring enough, but she is my mother and will always be. I do hope the best for her in every single breath she takes. We have a news this year, shocking and heartbreaking but later on trying to be grateful for it cause it's a reminder of how short life can be and how much time is left for us to stay in the bliss of having the whole family.



Dear God, on this day of celebrating early Christmas and expecting Your coming, please listen to my prayer for my beloved mother. Please let her stay true in You, live in Your plan, don't let her suffer in pain or desperation, and please take away all the bad C cells in her. I believe You alone are God and the Doctor of all doctors. Amen. 

Kamis, 03 Oktober 2013

Dampak Shutdown Amerika

Sungguh suatu berita mengejutkan yang datang dari negara adikuasa, Amerika Serikat. Sebagai seorang warga Indonesia, adalah suatu hal yang wajar mengetahui harga dolar AS cenderung berubah drastis belakangan ini, kurs USD per tanggal artikel ini ditulis adalah Rp11650. Krisis ekonomi AS adalah penyebab utamanya sementara keadaan politik dan ekonomi Indonesia adalah faktor pendukungnya.

Pagi ini, berita mengejutkan beredar dengan judul "Amerika shutdown". Shutdown di sini maksudnya menutup layanan pemerintah. Perdebatan panjang dan menuver politik dari Parlemen, Senat dan Gedung Putih gagal mencapai kata sepakat atas persoalan kebuntuan anggaran negara. Presiden AS, Barack Obama, menyatakan tidak akan membiarkan Partai Republik melemahkan undang-undang tentang jaminan kesehatan atau lebih dikenal sebagai Obamacare, sebagai syarat untuk membuka kembali layanan pemerintah. Lembaga federal AS memerintahkan shutdown anggaran yang diajukan Gedung Putih ditolak Kongres lantaran menabrak batas akhir pengajuan anggaran. Langkah ini merupakan yang pertama kalinya selama hampir dua dekade.

Dilansir dari New York Times, dampak shutdown bagi warga Amerika adalah sebanyak 800 ribu pegawai negara federal (Pentagon - kantor Kementerian Pertahanan AS) dirumahkan untuk sementara dan jutaan orang lainnya akan diminta bekerja tanpa dibayar, sebuah jumlah yang luar biasa. Selain itu, taman nasional, museum dan banyak bangunan juga ditutup atau tidak beroperasi. Sementara bagi dunia, efek yang dirasakan adalah harga minyak mentah global mengalami penurunan yang dikarenakan keraguan tentang kekuatan permintaan energi dari AS. Setelah penolakan anggaran rutin negara, Wakil Presiden Senior untuk Derivatif Energi, Andy Lebow mengatakan bahwa shutdown membuat permintaan bensin untuk komuter berkurang. Sejumlah analis tak dapat memprediksi berapa lama jangka waktu shutdown berlangsung sehingga mempengaruhi permintaan energi di AS.

Terkait militer AS, banyak hal akan terpengaruh mulai dari perbaikan kapal (perang) hingga latihan tempur. Militer AS akan dihadapkan pada masalah isu ketenagakerjaan lantaran tak bisa merekrut warga sipil yang sangat diperlukan keahliannya dalam memelihara logistik dan peralatan. Menteri pertahanan Chuck hagel memperingatkan abhwa shutdown memiliki dampak internasional untuk AS, berpotensi merusak kredibilitas di luar negeri serta memicu kecemasan di antara sekutu AS.

Sungguh suatu pilihan dan keputusan yang sulit bagi pengemban tanggung jawab presiden AS saat ini yaitu Barack Obama. Beliau mungkin akan dipandang negatif oleh banyak pejabat dan perwira tinggi militer yang frustasi dengan diputusnya sejumlah anggaran. Namun di satu sisi, beliau membela kepentingan kesejahteraan rakyat dan bahkan beranggapan bahwa partai Republik menyandera rakyat. Bila memang benar hanya perang suci ideologi yang sedang berlangsung di negara Paman Sam tersebut, sungguh besar dampak yang perlu ditanggung secara keseluruhan.

Referensi
http://www.tempo.co/read/news/2013/10/01/092518061/Anggaran-Buntu-Pemerintah-AS-Akhirnya-Shutdown
http://www.tempo.co/read/news/2013/10/02/090518346/Amerika-Shutdown-Harga-Minyak-Global-Turun
http://www.tempo.co/read/news/2013/10/02/116518343/Obama-Partai-Republik-Menyandera-Warga-Amerika
http://www.tempo.co/read/news/2013/10/02/116518493/Penutupan-Anggaran-Pengaruhi-Operasi-Militer-AS


Jumat, 23 Agustus 2013

Miras dan Akibatnya

Miras atau minuman keras bisa dikatakan salah satu bagian gelap kehidupan masyarakat. Belakangan ini, masalah miras mulai menjadi sorotan publik dimulai dari operasi cipta kondisi yang dilakukan selama Lebaran. 

Wakapolres Jakarta Utara, AKBP Jayadi, menunjukkan minuman keras hasil operasi cipta kondisi selama Ramadhan di halaman Mapolresto Jakarta Utara, Rabu (31/7/2013). Petugas menyita sebanyak 6.027 botol miras dan menahan 35 orang. Mereka melanggar Perda no 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum
(Warta Kota/ Angga Bhagya Nugraha)


Tersiar kabar 20 orang terpaksa masuk RSUD Majalengka dan tujuh orang di antaranya meninggal karena keracunan miras setelah pesta miras selama tujuh jam. Awalnya ada tiga korban meninggal karena keracunan miras sementara satu orang lagi meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, disusul empat orang lagi pada hari-hari berikutnya.

Berpesta dari jam sembilan malam sampai jam empat pagi di malam Minggu, akhirnya mereka dilarikan ke rumah sakit pada hari Minggu dan Senin. Mereka datang dari beragam usia (20, 21, 22, 26, 40) bahkan 18 tahun yang mungkin baru secara legal diperbolehkan mengkonsumsi miras. Sang pemuda mengatakan ia mengkonsumsi 10 botol merek Big Bos dicampur 10 sachet minuman berenergi merek Kuku Bima yang diminum dengan sedotan dari plastik, dua kali lipat dari jumlah yang biasa mereka konsumsi. Pasca mengkonsumsi miras, tujuh orang pusing, mual dan muntah.

Korban lain akibat miras berusia 27 dan 31 tahun meninggal di RS Islam Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat. Berjumlah 10 orang meninggal, jumlah ini mungkin masih akan terus bertambah. Penyebabnya adalah minuman keras oplosan. Bayangkan betapa mudanya mereka yang meninggal dengan usia 20, 26, 32, 33, 35 dan 39.

Seperti rokok, miras dikonsumsi dalam beragam kondisi dan karena beragam faktor. Namun melalui beragam kejadian ini, mungkin pendapat kita pada pengaruh miras dapat sedikit berubah. Awalnya bila dampak miras diperbandingkan dengan rokok dan narkotika, mungkin akibat jangka panjangnya sangat minim. Kejadian ini seakan memindahkan persepsi masyarakat dari memandang efek miras hanya dari jangka panjang menjadi jangka pendek yaitu produk yang dapat MEMBUNUH.

 Mengapa mereka mengkonsumsi miras? Seperti rokok, mungkin miras menjadi pembuktian gengsi mereka, hal menyenangkan bersama teman ataupun pelarian dalam keadaan frustasi. Apakah benar miras menjadi jawaban rasa frustasi masyarakat? Se-frustasi itukah masyarakat Indonesia sehingga memerlukan miras yang tidak biasa?

Pengaruh sementara miras akan wear-off setelah jangka waktu tertentu. Mungkin merasakan bahwa minuman keras dengan merek yang tersedia kurang memberikan manfaat, mereka terinspirasi untuk berkreasi dengan mencampurkannya dengan bahan-bahan lain dan menciptakan miras mereka sendiri, baik untuk konsumsi pribadi maupun diperjualbelikan.

Seperti halnya beragam permasalahan masyarakat yang lain, penanggulangannya dapat dilakukan hanya oleh semua pihak. Sebagian terletak pada pribadi masing-masing, apakah kita ingin orang-orang yang kita sayangi dan kita pedulikan melakukan dan mengalami hal yang sama? Sebagian lagi dapat dilakukan pemerintah seperti yang didengungkan tentang peraturan daerah.

Benarkah pemerintah tidak peka dengan peraturan miras ditunjukkan dengan tindakan Kemendagri mencabut beberapa perda miras yang telah diberlakukan di beberapa daerah? Ini adalah suatu tantangan yang perlu dibuktikan jawabannya oleh pemerintah yang dimaksudkan. Pemerintah daerah berhak membuat aturan hukum dalam lingkup daerahnya sendiri sebagaimana dijamin UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 14 memberikan kewajiban kepada Pemerintah Daerah untuk penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta penanggulangan masalah sosial.

Sumber referensi: 
http://www.tribunnews.com/regional/2013/08/07/korban-tewas-karena-keracunan-miras-jadi-tujuh-orang
http://www.tribunnews.com/regional/2013/08/06/tujuh-jam-pesta-miras
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/08/21/korban-tewas-akibat-miras-oplosan-jadi-10-orang
http://id.berita.yahoo.com/pemerintah-tidak-peka-terhadap-korban-jiwa-akibat-miras-014220648.html