Pages

Jumat, 16 Maret 2012

Perubahan Zona Waktu

Pemerintah saat ini tengah membahas rencana perubahan zona waktu. Sampai saat ini, Indonesia memiliki tiga zona waktu, yakni Waktu Indonesia Timur (WIT), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan perbedaan 1 jam per 15 derajat lintang berdasarkan Greenwich Mean Time (GMT) atau Coordinated Universal Time (UTC). Beberapa sumber menyebutkan bahwa ketiga zona waktu ini akan digabungkan menjadi satu dan mengikuti WITA yang berarti masyarakat Indonesia bagian Timur dan Barat akan diwajibkan mengubah jam patokan masing-masing.

Sumber lain mengatakan bahwa pihak yang berkompeten sedang memproses hal ini agar da penyesuain dan dari segi praktisnya namun kemungkinan menjadi satu bagian sangat kecil mempertimbangkan wilayah Indonesia cukup lebar atau luas. Perbedaan waktu sulit dihindarkan sehingga perubahan mungkin akan menghasilkan dua zona waktu yakni Barat dan Timur.

Pemerintah berencana menyatukan satu zona waktu di Indonesia pada 17 Agustus 2012. Zona waktu yang kemungkinan dipakai adalah Waktu Indonesia Tengah (WITA), sama seperti Malaysia dan Singapura. Dengan begitu, penduduk di Indonesia barat (WIB) zona waktunya maju 1 jam dan penduduk di Indonesia timur zona waktunya mundur 1 jam. Menurut pakar kesehatan tidur, perubahan zona waktu bakal membuat banyak orang stres khususnya di bagian barat Indonesia karena harus bangun lebih pagi. Menurut Dr Rimawati Tedjasukmana, seorang pakar kesehatan tidur, masa paling berat adalah ketika orang harus beradaptasi dengan zona waktu yang baru. Kemampuan orang dalam beradaptasi berbeda-beda, sehingga tingkat stres dan mengantuknya juga akan berbeda dan menghasilkan dampak yang berbeda pula. Selain masalah kebiasaan serta siklus tidur dan bangun, faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam proses adaptasi dengan zona waktu yang baru adalah sinar matahari. Jam biologis manusia sangat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya sinar matahari.


Bursa Efek Indonesia(BEI) menyarankan agar penyatuan zona waktu ditinjau kembali dengan mengingat sisi positif dan negatifnya. Perubahan zona waktu akan menempatkan Indonesia pada zona waktu yang sama dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong, dengan demikian investor asing akan melihat Indonesia di wilayah yang sama. Sementara perubahan zona waktu juga akan memajukan pembukaan jam perdagangan menjadi 08.30 WIB dari yang smeula 09.30 WIB.

Rencana perubahan zona waktu harus disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat dipahami dengan baik dan penyesuaian perlu diberikan waktu. Masyarakat perlu suatu masa transisi karna hal ini akan berdampak pada pola hidup dalam skala sederhana dan pelaksanaan berbagai industri dalam tahap kompleks. Tahapan dalam proses perwujudan wacana ini menjadi kenyataan perlu ditelaah secara mendalam karna tidak hanya sesimpel memajukan atau memundurkan waktu pada jam tangan.

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2012/03/14/20/593246/bei-penyatuan-zona-waktu-perlu-ditinjau-ulang
http://berita.liputan6.com/read/381967/pemerintah-masih-bahas-perubahan-zona-waktu
http://health.detik.com/read/2012/03/15/151532/1868354/763/pakar-tidur-banyak-orang-stres-jika-ri-pakai-1-zona-waktu?d8833health

Inspirational pictures I



Just as the title says, these are pictures I found inspirational. I do not own any of these pictures and would like to help you think better only :)

Kamis, 14 April 2011

Percaya jodoh ngga? : Do you believe in meant-to-be mate?

Kalo seseorang berpisah dengan lawan jenis yang menarik baginya atau yang dia sukai, sering ngga sih kita denger, "Kalo jodoh, ngga kemana" ?
Jodoh itu apa sih? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, jodoh itu:
n 1 orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: 2 sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: 3 cocok; tepat
Jodoh itu bukan berarti suami atau istri kita sekarang, seperti misalnya dalam kisah Siti Nurbaya dan datuk Maringgih. Apakah ada kecocokan dalamnya atau apakah keduanya berimbang? Semua karena terpaksa, makanya kadang dinamakan perjodohan atau dicocok-cocokkin padahal mungkin sebenarnya tidak cocok. Di sana tidak ada kecocokan yang harusnya dirasakan oleh orang yang menikah alias terikat untuk selamanya.

Selamanya itu berbicara tentang satuan waktu yang sangat lama, oleh karena itu memilih partner hidup tidak bisa sembarangan. Apakah saat kita sudah tidak seperti sekarang ini: sudah tidak secantik/setampan sekarang, tidak seberada/sekaya sekarang, tidak sesehat sekarang, tidak sebahagia sekarang, orang itu akan tetap mencintai dan menerima kita sama seperti sekarang? Semuanya itu harus berlandaskan pada yang namanya komitmen. Mungkin janji nikah umat Kristiani dapat dijadikan pedoman karena beginilah bunyinya
"Saya, (nama lengkap) menerima engkau, (nama lengkap) menjadi satu-satunya suami/istri dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, seperti Kristus mengasihi JemaatNya sampai kematian memisahkan kita, menurut titah kudus Tuhan dan iman percaya saya kepadaNya, kuucapkan janji setiaku kepadamu"
Komitmen dinyatakan dalam janji dan bagi saya pribadi (meski saat blog ini dipublish, saya belum menikah), janji ini begitu indah. Janji paling suci yang pernah dibuat antara manusia karena mengikat dalam kekekalan dan dalam segala hal kehidupan.

Balik lagi ke kaum muda-mudi, percaya ngga sih sama yang namanya jodoh?
Saya diajari bahwa wanita diambil dari tualng rusuk pria yang berada di tengah tubuh berarti wanita berkedudukan sejajar dengan pria. Tulang rusuk yang berada dekat dengan hati dan banyak organ dalam penting seorang manusia, berarti peran wanita sangat penting dalam melindungi dan mensupport seorang pria. Wanita bukan dari tulang kaki, yang boleh diinjak atau ditendang atau diperlakukan semena-mena sebagai bawahan. Wanita bukan dari tulang tangan, yang boleh ditampar atau diperlakukan kasar. Wanita adalah pelengkap dalam hidup seorang pria.
Saya percaya dengan yang namanya pasangan hidup satu-satunya (kalo istilah dan pengertian dari kata-kata ini sesuai dengan jodoh, berarti saya percaya yang namanya jodoh). Saya percaya kalo di luar sana ada seseorang yang daripada salah satu rusuknya, saya diambil. Saya tidak tahu seperti apa fisiknya atau hidupnya, tapi saya yakin kalau saya diciptakan untuk dia dan dia untuk saya, seperti lirik lagu yang saya sukai ini oleh J Roman dan Soluna

Man : There's someone out there for me. I know she's waiting so patiently. Can you tell me her name. This life long search is gonna drive me insane. How does she laugh. How does she cry. What's the color of her eyes. Does she even realize I'm here.
chorus : Where is she 2x, where is this beautiful girl. Who is she 2x, who's gonna complete my world.
Woman : I'm staring out of the sky. Praying that he will walk in my life. Where is the man of my dreams. I'll wait forever how silly it seems. How does he laugh. How does he cry. What's the color of his eyes. Does he even realize I'm here.
chorus : Where is he 2x, where is this beautiful guy. Who is he 2x, who's gonna take me so high.

Rasanya lirik ini bisa ngasih harapan kalo ternyata hidup ini bisa berbeda saat bertemu dengan pasangan kita satu-satunya. Buat yang pria, bahkan ketika pencarian selama hidup itu hampir membuat gila dan tanpa ide ada di mana yang dicari, dia tetap ingin tahu bagaimana pasangan yang dicarinya itu tertawa dan menangis karena dialah yang akan melengkapi hidupnya.
Buat yang wanita, tetap berdoa dan menanti saatnya sang pasangan hidup dalam mimpinya akan berjalan dalam hidupnya, bahkan seberapa bodohpun lamanya menunggu karena dia yakin dialah yang akan membawanya naik dan terbang.

Kenapa terasa lama? karena setiap kita butuh pelengkap dalam hidup ini yang tanpanya kita belum merasa lengkap. Saya ingin menunggu dan masih ingin menunggu hinga satu-satunya yang diciptakan bagi saya itu hadir dalam hidup ini dan alangkah bahagianya bila kita mengetahui dialah orangnya.

"Happily ever after" itu tidak berarti hidup kaya bersama pangeran tanpa ada masalah, tapi karena dia bersama dengan orang yang diberikan untuknya seumur hidupnya.