Pages

Jumat, 21 Juni 2013

Kecelakaan dan kesempatan

Sekitar dua hari lalu, seorang teman saya yang bernama lengkap Yoshita Putry Kimura yang memang berdarah Jepang dan lekat dipanggil Ochi mem-post thought nya melalui Path berlokasi di Ogaki. Seorang yang menurut saya punya potensi luar biasa, mengapa demikian? Karena dia tidak membuang kesempatan. Beginilah kurang lebih gaung pemikiran seseorang yang diperoleh dengan air mata, masa kelam dan berlalunya waktu.

"Pernah ngalamin saat-saat terpuruk ga? Sampe mau senyum aja susaaaaaaaah banget rasanya.. kalo gue pernah, sering malah dan semakin sering ngerasa seperti itu setelah kecelakaan 29 sep 2011 lalu. ga pernah terpikir, terbesit kalo gue bakal ngalamin kecelakaan hebat pagi itu. kejadiannya cepet banget, sampe gue ngerasa itu cuma kaya mimpi buruk. tapi ternyata itu bukan mimpi, itu kenyataan. kaki gue hancur terseret truk, tulang gue patah. mau nafas aja susah banget rasanya. mulai dari hari itu gue bener2 dicoba, rasa sakit, sedih, ga percaya semua jadi satu. awal sih semangat gue tinggi biar bisa cepet sembuh kaya dulu lagi. support dari keluarga, pacar, sahabat semuanya bikin gue yakin gue bakal cepet sembuh. tapi semakin lama gue di rumah sakit, moof gue hilang, semangat gue drop, dan selalu terlintas di pikiran "kenapa harus gue?"
udah hampir 2 taun dari kejadian itu, baaaaanyaaaaakkk banget gue belajar dr semenjak kejadian itu. belajar ikhlas, control emosi, menurut gue, gue salah satu org yg special. bisa ngerasain sakiiiittt yang luar biasa yg mungkin ga semua org bisa tahan. dengan keadaan gue yg skrg ud ga "sempurna" lg, gue masih bisa tetep ngejalanin hidup layaknya org normal. keluarga, temen2 yg tetep ada di samping gue tanpa ada yg pergi ninggalin gue krn "kekurangan" gue saat ini.
mikirin masalah ga sempurna, coba liat org lain di luar sana yg lebih sakit yg lbih parah dr gue aja masih bs semangat ngejalanin hidup. klo gue trs ngeluh rasanya malu. tapi, ga bohong sampe skrg rasanya buat iklas aja susaaaaahh bht. well, life must go on. everything's happen for a reason. kalo skrg gue ga paham knp kejadian ini bisa menimpa gue, gue yakin suatu hari gue akan ngerti. dan gue akan tetep menjadi org yg "special" dengan keadaan gue sekarang ini. dan pastinya, bersyukur dengan segala keadaan gue sekarang ini. masih bisa nikmatin hidup. gue ga akan sia2in kesempatan yg ud Allah kasih ke gue sampe detik ini. thanks God, i'm still alive"

dan ini komentar saya
"Ochi, saat kita bersama dan dirimu sesempurnanya jadi smakin berharga, ingat kaki itu masih kaki yg sama kita pake nari tap2an pake baju kotak2 scotland? yg pasti, jiwa ochi pasti justru makin sempurna lebih dari sebelum kecelakaan, remember how inspiring you can be, ketika ochi menerima applause di tengah ratusan alumni London School, gw merasa sangat terharu dan inspired :)"

Tulang kaki Ochi hancur dan dia sempat tinggal cukup lama di rumah sakit, baik di Jakarta maupun Jepang. Namun kecelakaan itu tidak membuat Ochi tidak menyelesaikan skripsinya yang memang dituntut saat itu. Karena itu, saya merasa standing applause pantas untuknya yang berada di kursi roda ketika menerima ijazah, dia tetap teman seangkatan kami. Dia tidak menyerah pada keadaan atau mengasihani diri sendiri. Kesempatan berkarya pun akan datang pada orang-orang dengan semangat sepertinya yang mau memotivasi diri sendiri dan tetap termotivasi. Menurut saya, dia punya network yang sangat baik bahkan bila dibandingkan dengan mereka yang normal (tidak pernah kecelakaan) atau yang kompeten dalam hal yang kami pelajari bersama.

Lalu dua hari setelah itu, hari saya menulis artikel ini, pagi tadi saya membaca tentang seorang mantan Marinir USA yang mengalami kecelakaan dan kehilangan kakinya saat terkena bom di Afghanistan. Jadi, kalau Ochi baca blog ini, I just wanna say "Gue bener-bener ngeliat yang lebih parah dan rasa salut gue sama lo tetep ngga berubah kok. Stay grateful and you are perfect."

Marinir ini juga bangkit dari keterpurukan setelah menjadi pecandu alkohol, sekarang Alex Minsky adalah model celana dalam. Kesempatan datang setelah keringatnya di tempat rehabilitasi diperhatikan oleh seorang fotografer yang tak dapat "mengabaikan potensinya." Dia pun memiliki media untuk menulis inspirasi bagi mereka yang cacat fisik dan tak lagi sempurna. Well, God has a plan for everyone, but...let's notice this quote.
It does not matter how many times you get knocked down, but how many times you get up - Vince Lombardi
Source
Path Yoshita Putry Kimura (kalau ada yang add, tolong sampaikan pesan dari mulan)
http://id.omg.yahoo.com/blogs/blog-editor/mantan-marinir-as-pulang-perang-jadi-model-celana-dalam-101431241.html

Selasa, 18 Juni 2013

Indonesia dan regulasi rokok

Satu lagi peraturan pemerintah terkait dengan benda penggerogot kesehatan manusia yaitu rokok. Permenkes No 28 tahun 2013 akan membatasi iklan, promosi dan sponsorship rokok. Peraturan ini diperlukan untuk membatasi ruang gerak penjualan rokok di tanah air. Kehilangan pasar Amerika yang tadinya adalah negara Marlboro, Indonesia dan negara berkembang lain adalah sasaran empuk bagi banyak produsen rokok tingkat dunia.

Banyak tempat publik di Amerika adalah wilayah bebas rokok dan segala macam iklannya. Rokok benar-benar hanya dijual pada mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Harga rokok pun tergolong mahal. Usaha pemerintah baik pusat maupun daerah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat ini berbuah hasil dan jumlah anak di bawah umur yang merokok menurun drastis. Bahkan jumlah perokok secara umum menurun hingga 50% dalam delapan tahun.

Perubahan negara Marlboro menjadi negara di mana para perokok merasa malu memberi harapan pada kita untuk merasa yakin bahwa ketergantungan pada rokok dapat ditanggulangi, bahwa jutaan paru-paru dan jantung di Indonesia seharusnya bisa berfungsi lebih lama dan lebih baik dari sebelumnya. Memang perlu tindakan untuk membebaskan masa depan penerus bangsa dari jerat rokok dan tidak selalu diterima dengan baik, apalagi Indonesia adalah negara demokratis dengan rakyat yang gemar berkomentar. Namun bukan berarti gerakan penyelamatan bangsa harus berhenti atau pemerintah hanya berdiam karena devisa negara sangat mengharapkan sumbangan industri rokok.

Pemerintah dapat berlaku lebih proaktif dan preventif terhadap permasalahan negara, terutama terkait rokok. Pembunuh masa depan masyarakat Indonesia dan sebenarnya pembunuh yang dapat dicegah. Pencegahan ini perlu dilakukan segera agar dampaknya dapat terlihat dalam hitungan tahun dan bukannya dasawarsa. Bayangkan jumlah anak Indonesia yang lahir setiap harinya dan mereka terancam merokok di usia SMP hingga nafas terakhir yang dihembuskan. Mereka tidak menyadari fakta sesungguhnya bahwa hal yang mereka pikir terlihat keren justru membunuh kemampuan mereka berpikir, dan terutama bernafas. Sementara itu adalah sebuah ironi melihat fakta bahwa beberapa merek produk rokok bahkan telah memberikan pendidikan dan membina bibit terbaik bangsa ini.

90 persen remaja berusia 13-15 tahun terkena paparan iklan rokok terutama dari televisi, demikian data Tobacco Free Initiative (TFI-WHO). Dampak dari iklan, promosi dan sponsorship rokok juga terlihat dari kecenderungan remaja usia 15-19 tahun untuk merokok yang semakin besar. Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada 2010, kecenderungan merokok usia remaja meningkat 3 kali lipat menjadi 43,3 persen. hasil Riskesdas 20120 juga menunjukkan persentase anak yang mulai merokok pada 10-14 tahun menjadi 17,5 persen. Menurut seorang anak muda tingkat SMA, rokok punya iklan yang keren, fun, tidak berbahaya, terutama yang bernuansa Indonesia. Akankah kita biarkan Indonesia dan medianya terjajah oleh rokok?

Menjadi pertanyaan apakah seluruh perturan baru ini akan diterapkan oleh semua pihak terkait dengan keteguhan? Pembatasan iklan akan dilakukan di seluruh media cetak maupun elektronik. Unutuk telebisi, penayangan iklannya dibatasi hanya pukul 21.30 sampai lima pagi. Sedangkan untuk media teknologi informasi, aksesnya hanya untuk usia di atas 18 tahun. Pembatasan untuk sponsorship dari perusahaan rokok juga berlaku untuk semua kegiatan, baik yang bersifat pendidikan, kesenian, olahra, maupun kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pembatasan iklan rokok secara umum  sebenarnya sudah diatur dalam PP 109/2012. Pada peraturan ini dalam bungkus rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan, minimal 10% dari total durasi iklan atau 15% dari total luas iklan. Iklan tidak boleh menampilkan wujud rokok, mencantumkan nama produk sebagai rokok, menyarankan rokok, menggunakan kalimat menyesatkan, menampilkan anak, remaja, wanita hamil, atau tokoh kartun. Iklan rokok harus mencantumkan 18+ sebagai usia yang pantas untuk merokok. Iklan ruang (billborad) luasnya tidak boleh melebihi 72 meter persegi. Iklan tidak boleh ditempatkan di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) atau jalan protokol. Papan iklan harus diletakkan sejajar bahu jalan dan tidak boleh melintang. Untuk kegiatan promosi dilarang membagikan rokok gratis apalagi untuk remaja. Tidak boleh menggunakan simbol produk pada kegiatan perserorangan atau lembaga.

Peraturan bertambah tapi di mana evaluasi terhadap peraturan yang sudah diterbitkan? Sejauh mana penerapannya di lapangan? Kalau memang billboard tidak boleh ditempatkan di jalan protokol, mengapa setiap 100 meter kota-kota di Indonesia tidak dapat dilalui tanpa lambang suatu merek rokok? Di mana indera penglihatan pemerintah saat melalui jalan-jalan layang dan jalan bebas hambatan di kota Jakarta? Lambang-lambang merek rokok tidak hanya menjamur di billboard, spanduk, baliho, dan beragam media, bahkan yang "unofficial" seperti papan nama toko dan warung-warung kaki lima pun sudah di-branding.



Ini mungkin terjadi karena mereka telah mengantisipasi langkah pemerintah bila ada peraturan baru terkait rokok. Pemerintah yang adalah wakil masyarakat seharusnya berpikir dan bertindak lebih maju daripada mereka. Seperti yang diungkapkan menteri kesehatan, Nafsiah Mboi, yang tidak mau berperang dengan industri rokok, namun yakin bahwa hak masyarakat untuk sehat pasti menang. Peningkatan peraturan ini perlu dilihat sebagai langkah awal dan bukannya langkah akhir untuk Indonesia yang lebih baik.

Reference
http://health.kompas.com/read/2013/05/31/13533692/90.Persen.Remaja.Terpapar.Iklan.Rokok
http://health.kompas.com/read/2013/05/31/15332953/Begini.Aturan.Iklan.Rokok

Indonesia dan rokok murah



Siapa yang tidak kenal dengan produk yang namanya rokok? Kakek nenek, bapak ibu, remaja, anak-anak, bahkan bayi di Indonesia mengetahui tembakau yang dibungkus apik ini. Tahukah anda bayi perokok terkenal seantero dunia? Aldi Rizal, bayi berkulit gelap berusia 2 tahun yang merokok hingga 40 batang per hari dengan disaksikan keuda orang tuanya.

Bukan hanya mengetahui rokok, setiap orang pun punya kebebasan membeli rokok sama seperti semua orang dari segala golongan umur bebas membeli tiket nonton meski berbeda dengan penggolongan usia yang dianjurkan, hanya saja LEBIH BEBAS. Harga rokok Indonesia bukan lagi terjangkau tapi sangat murah, bahkan LEBIH MURAH dari permen, bayangkan Rp 250 per batang. Mungkin mereka yang ingin berhenti merokok dan menghilangkan rasa asam di mulut akan berpikir ulang dan ulang untuk membeli rokok atau permen. Tingginya keterjangkauan mengakibatkan pertumbuhan konsumsi rokok di Indonesia dari 251 milliar di tahun 2009 menjadi 302 miliar di tahun 2012.

Investor Amerika Warren Buffet pernah menjelaskan bahwa rokok adalah produk yang sempurna, dapat dibuat dengan 1 sen dan dijual dengan harga 1 dollar, yang terutama adalah rokok mengakibatkan kecanduan. Sekarang kita mengerti kenapa para pemain industri rokok menentang hati nuraninya dan justru berjuang menjual racun bernama nikotin pada seluruh rakyat dunia. Karena kekayaan mereka didapat dengan membakar paru-paru dan menghabiskan jatah hidup orang-orang yang semestinya sehat hingga waktu yang lama.

Rokok adalah bom waktu yang dapat membunuh dengan waktu yang ditetapkan untuk berbeda pada setiap orang. Semestinya remaja perokok melihat bapak tua renta atau mereka yang kanker paru-paru  meminta supaya iklan rokok ditiadakan, karena hidup tidak lagi bisa maksimal setelah ada tumor dalam paru-paru, jantung dan bagian tubuh mereka, ketika merokok tak lagi nikmat karena setiap detik diisi dengan rasa sakit ataupun penyesalan.

Video: http://www.youtube.com/watch?v=mgk1MIHSnT4&sns=em
http://regional.kompas.com/read/2013/06/11/03450330/Tinggikan.Cukai.untuk.Tekan.Konsumsi.Rokok